Lebaran Anak Yatim

Lebaran Anak Yatim

Lebaran anak yatim sebenarnya hanyalah sebuah ungkapan (istilah), yang biasanya diwujudkan dengan cara menyelenggarakan sebuah acara dimana orang-orang memberikan santunan kepada para anak yatim di hari yang telah ditentukan dalam setiap tahun baru muharram, yaitu antara 9 dan 10 Muharram setiap tahunnya.

Lebaran anak yatim yang sering dilaksanakan pada 10 muharram didasarkan dalil yang meriwayatkan bahwa Rasul saw menyayangi anak-anak yatim, dan lebih menyayangi mereka pd hari 10 muharram (Asyura), dan menjamu serta bersedekah pd 10 muharram bukan hanya pd anak yatim tapi keluarga, anak, istri, suami dan orang orang terdekat, karena itu sunnah beliau saw dan pembuka keberkahan hingga setahun penuh. (Faidhul qadir )

Ada juga hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah bersabda :”Dan barangsiapa yang membelaikan tangannya pada kepala anak yatim di hari Asyuro, maka Allah Ta’ala mengangkat derajat orang tersebut untuk untuk satu helai rambut satu derajat. Dan barangsiapa memberikan (makan dan minum) untuk berbuka bagi orang mukmin pada malam Asyuro, maka orang tersebut seperti memberikan makanan kepada seluruh umat Muhammad SAW dalam keadaan kenyang semuanya.” Al Hadis.

Banyak kajian serta hadist-hadist yang menganjurkan untuk memuliakan anak yatim, namun banyak orang yang belum meiliki pemahanan yang sempurna melakukan hal-hal yang disangsikan dan sangat jauh dari apa yang disyari’atkan dalam agama Islam. Seperti melaksanakan lebaran anak yatim, yang sesungguhnya jika dikaji lebih jauh hal tersebut hakikatnya justru sangat merendahkan anak yatim. Dimana anak yatim mendapatkan pembedaan dengan kaum muslimin pada umumnya.

Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari dari jalan Abu Hurairah, dimana Rasulullah saw. bersabda “ Orang yang menanggung anak yatim baik anak yatim itu ada hubungan famili maupun tidak, maka saya dan orang yang menanggungnya seperti dua jari ini di dalam surga.”, Malik bin Anas perawi hadist itu mengatakan, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah. Terhadap anak yatim pula kita sebagai muslim dilarang menghardiknya (QS. Adh Dhuha (93) : 9), dan dalil-dalil lainnya yang memiliki kaitannya dengan muamalah terhadap anak yatim.

Lebaran Anak Yatim bukanlah Hari Raya Umat Islam

Sesungguhnya didalam Islam tidak ada lebaran anak yatim, karena dalam Islam hanya ada dua hari raya yaitu hari raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.

Dari Anas, ia berkata : Rosulallah SAW datang ke Madinah dan mereka (orang-orang) menjadikan dua hari yang mana mereka suka bermain bersenang-senang), lalu Rosul bertanya : apa maksud dua hari ini? mereka menjawab : kami biasa bermain / bersenang-senang pada dua hari ini di zaman jahiliyah, maka Rosulallah SAW bersabda : sesungguhnya Allah telah menggantikan buat kamu dengan dua hari raya yang lebih baik dari dua hari itu (dua hari raya dizaman jahiliyah) yaitu : hari raya Adlha dan hari raya Fithri (HR : Abu Daud)

Dari Iyas bin Abi Romlah berkata : aku melihat Mu’awiyah bin Abi Sufyan, belaiu bertanya kepada Zaid bin Arqom, pertanyaannya : apakah anda pernah melihat berma Rosulallah SAW dua ‘Id (Jum’at dan fithri/Adlha) dalam satu hari? Zaid menjawab :ya, Mu’awiyah bertanya : bagaimana melakukannya? Zaid menjawab : Nabi melakukan sholat ‘Id, kemudian memberikan rukhsoh (keringanan), lalu beliau bersabda : siapa yang hendak sholat jum’at , maka sholatlah (HR : Abu Daud)

Dari kedua hadist tersebut menegaskan bahwa lebaran anak yatim bukanlah merupakan hari raya umat Islam.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose

SEO Powered By SEOPressor